Skip to content

WARTAWAN DAN NARKOMAFIA DI MEXICO

Agustus 2, 2011

Para jurnalis di Mexico sangat hati-hati untuk menulis berita tentang narkotrafik. Sejak awal tahun ini saja, sudah terdapat 4 wartawan yang meninggal karena menulis berita tentang narkotrafik. Ini berarti kurang lebih 66 wartawan sudah meninggal dunia selama sepuluh tahun terakhir, dan 13 orang lainnya hilang sejak tahun 2003. Narkomafia, supaya bisnis mereka berjalan dengan aman, menghendaki supaya pekerjaan mereka tidak perlu ditulis atau dijadikan sebagai berita. Bila ada wartawan yang berani menulisnya maka mereka dikirimkan pembunuh bayaran untuk dibunuh atau ditakuti supaya diam.

Para wartawan menyatakan bahwa, kejahatan terhadap wartawan dilakukan oleh organisasi kejahatan terorganisir. Pertanyaanya, pesan yang mereka ingin sampaikan lewat kejahatan ini ditujukan kepada wartawan itu sendiri atau kepada media masa, supaya tidak mempublikasikan masalah mereka atau ada pesan lain. Dengan terbunuhnya wartawan Notiver Milo Vela bersama istri dan anaknya semakin terkuak masalah besar di Meksiko: wartawan memiliki ancaman yang besar.

Harian Notiver yang menempatkan kegiatan investigasi atas peredaran narkoba di Mexico sebagai berita, telah mendapat ancaman beberapa kali. Tahun 2007, pada hari kebebasan pers, narkomafia memberikan hadiah di pintu ruangan redaksi sebuah kepala manusia. Bersama kepala manusia itu terdapa tulisan, “Ini adalah hadiah bagi para wartawan, akan ada lebih banyak lagi kepala yang akan dipotong dan Milo Vela tahu ini dengan baik”. Tulisan ini ditandatangani oleh seseorang bernama “Gente Nueva” (Manusia Baru), yang merupakan nama pembunuh bayaran bagi Geng Cartel Los Zetas. Setelah mendapat ancaman itu, mereka meminta pemerintah supaya menjaga keamanan keluarga Milo Vela seorang jurnalis dari Notiver. Pada tanggal 21 Juni 2011 Milo Vela dan keluarganya dikuburkan karena menjadi korban kekerasan narkotrafik atas tugas sebagai jurnalis investigatif.

Daerah Veracruz, di mana mereka membunuh López Velasco, merupakan kota yang sangat tenang. Karena situasinya yang tenang daerah ini menjadi tempat transportasi narkoba dari Colombia ke Amerika Serikat. Sejak tahun 1990-an ketika unit khusus Colombia dan Amerika Serikat memberantas cartel perdagangan narkoba di Medellin dan Cali, beberapa kelompok pengedar narkoba yang lebih kecil akhirnya tiba di Veracruz. Sehingga daerah ini sekarang menjadi tempat narkotrafik yang lumayan besar di Mexico.
Daerah yang paling berbahaya adalah perbatasan antara Mexico dengan Amerika Serikat. Daerah ini benar-benar neraka bagi para wartawan. Di sini bukan hanya wartawan yang dilawan melainkan media itu sendiri. Di kota Torreón, bulan Februari lalu, negara bagian Coahuila, pembunuh bayaran narkomafia masuk ke kantor TV Canal 9. Seorang pembunuh bayaran masuk dengan beringasnya dan membakar semua yang ada. Akibatnya seorang ahli teknik Multimedios Televisión, Rodolfo Ochoa, meninggal. Dan ini bukan satu-satunya kasus. Yang paling mengerikan adalah di Kota Juarez. Didaerah ini tercatat 16 orang jurnalis terbunuh selama sepuluh tahun terakhir. Di daerah ini, hidup tidak punya artinya apalagi jika bekerja sebagai wartawan. Jika para pembunuh bayaran mau membunuh maka mereka membunuh. Setiap hari ditemukan pembunuhan, mutilasi, kekerasan, senjata dan diatas semuanya itu para wartawan menderita supaya tidak menulis sesuatu tentang itu.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: