Skip to content

MENJELANG PENGAMBILALIHAN TONGKAT KEPRESIDENAN: APA YANG DIKENANG DARI PRESIDEN ALAN GARCIA OLEH MASYARAKAT PEDESAAN DI PERU?

Juli 27, 2011

Presiden Alan Garcia yang akan menyerahkan kekuasaanya kepada Presiden Terpilih Ollanta Humala

Besok, tanggal 28 Juli 2011, adalah Hari Kemerdekaan Peru. Hari Kemerdekaan ini, akan menjadi sesuatu yang spesial, karena dalam perayaan besok akan diserahkan tongkat komando Presiden dari presiden lama Alan Garcia (2006-2011) ke tangan presiden baru Ollanta Humala yang akan memerintah lima tahun ke depan.
Apa yang dikenang oleh masyarakat Peru tentang pemerintahan Presiden Alan Garcia? Masa pemerintahan pertama sebagai Presiden Peru ( 1985-1990) digolongkan sebagai pemerintahan yang paling jelek pada abad XX dalam sejarah kepresidenan Peru. Pemerintahannya saat itu ditandai dengan pengaturan ekonomi yang lemah dan pelayanan publik yang tidak berjalan; tidak mampu menghadapi berbagai masalah kekerasan dalam negeri dan demoralisasi pemerintahan karena korupsi. Karena itu dia memutuskan untuk kembali menjadi Presiden Peru tahun 2006, untuk mengubah citranya sebagai Presiden terburuk abad XX, untuk membentuk pemerintahan yang baik dan akan dikenang oleh masyarakat. Apakah yang diinginkannya ini tercapai?
Bagi sebagian masyarakat, mereka melihat bahwa apa yang dicita-citakannya tercapai karena dalam lima tahun masa pemerintahannya perkembangan ekonomi terus meningkat. Sektor yang sangat diuntungkan dari perkembangan ekonomi ini adalah kaum investor dan perusahan-perusahan asing yang berkeliaran di Peru.
Namun sebagian masyarakat lagi, yang memenangkannya dalam pemilihan umum presiden tahun 2006 mempertanyakan apa yang dicita-citakannya tahun 2006. Mereka mengakui bahwa jelas ada perkembangan ekonomi di Peru. Namun, bagaimana itu berkembang dan seberapa jauh perkembangan itu, susah untuk diukur. Karena data-data resmi yang ada, hasil kalkulasi pemerintahan Alan Garcia sendiri, susah untuk dipercaya. Namun ada satu hal yang pasti bahwa perkembangan ekonomi yang ada selama masa pemerintahan Alan Garcia tidak untuk semua masyarakat Peru, apalagi masyarakat daerah pedesaan. Hasil pemilihan Presiden 2011 menunjukkan, bahwa masyarakat pedesaan memilih untuk tidak memilih calon presiden yang memiliki visi dan misi seperti Alan Garcia. Dengan demikian masyarakat pedesaan tidak mengingatnya sebagai seorang presiden yang sukses mengatur ekonomi pedesaan.
Masalah korupsi yang menjadi tema kampanye pemerintahannya tahun 2006, menjadi sebuah pertanyaan besar ketika pemerintahannya berakhir. Banyak orang melihat bahwa korupsi melekat dalam pemerintahannya; terutama dalam masalah transaksi atas konsesi-konsesi lahan pertambangan dengan perusahaan-perusahaan trans-nasional yang zaman pemerintahannya semakin bertambah banyak di Peru.
Masyarakat pedesaan melihatnya sebagai Presiden yang mengeksklusifkan daerah perkotaan, dan masyarakat pedesaan tidak menjadi bagian yang penting dalam semua kegiatan pemerintahannya. Bagi masyarakat pedesaan pemerintahan Alan Garcia tidak menjawabi atau menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat rural. Bahkan masyarakat pedesaan dihadapi dengan cara-cara yang keras. Misalnya saja, saat dia menjadi presiden tahun 2006 terdapat 80 konflik masyarakat pedesaan yang diserahkan kepadanya oleh Badan Pertahanan Masyarakat. Di saat akhir masa pemerintahannya dia tidak pernah menyelesaikan masalah yang ada, malahan menimbulkan masalah baru sebanyak 200 masalah di daerah pedesaan. Sebagian besar masalah tersebut berhubungan dengan model perekonomian yang diterapkannya, yang pro investor, dan masyarakat pedesaan dianggap sebagai penghalang investasi, karena itu perlu ditekan dan bila perlu harus dihadapi dengan kekerasan. Pemerintahannya merupakan salah satu pemerintahan yang menghadapi berbagai konflik yang ada, dan meninggalkan korban yang banyak, baik yang langsung maupun yang tidak langsung, karena tidak mampu mengatasi konflik dan tidak memiliki perencanaan yang jelas terhadap konflik yang ada di daerah pedesaan.
Masyarakat menilai bahwa Presiden Alan Garcia menipu sebagian besar masyarakat pedesaan karena tidak memerintah untuk masyarakat pedesaan. Tahun 2007 dalam sebuah artikel, Alan Garcia menyatakan: “semua sumber daya alam dari masyarakat pedesaan dan masyarakat indígenas harus berhenti dan diserahkan kepada para investor untuk dikelolah, karena mereka tidak memiliki pendidikan dan sumber daya untuk mengeksploitasi wilayah mereka seperti para investor”. Pernyataan ini dikenal dengan sebutan “El síndrome del perro del hortelano”. Bagi masyarakat pedesaan, Presiden Alan Garcia adalah presiden yang meletakkan masyarakat pedesaan di luar pemerintahannya. Mereka malahan dianggap penghalang program pemerintah.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: