Skip to content

OLLANTA HUMALA JADI PRESIDEN PERU (1)

Juli 13, 2011

Ollanta Humala jadi Presiden Peru, yang akan dilantik pada tanggal 28 Juli nanti.

Tanggal 5 April 2011, Ollanta Humala dari partai “Gana Peru” dan Keiko Fujimori dari partai “Fuerza 2011” masuk dalam tahapan pemilihan kedua Calon Presiden Peru. Kedua calon ini menang atas tiga calon lain yakni Pedro Pablo Kuczynsky, Alejandro Toledo dan Castañeda yang ketiganya merupakan calon presiden dari aliran demokrat. Kekalahan aliran demokrat disebabkan terbaginya suara demokrat ke ketiga calon presiden. Dan situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh lawan politik mereka. Kemenangan Ollanta Humala dan Keiko Fujimori mendapat tanggapan yang negatif dari berbagai kalangan, karena mereka bukan merupakan calon yang layak dalam pandangan mereka. Ollanta Humala yang berasal dari aliran ideologi kiri tradisional, sering digambarkan mengikuti gaya pemerintahan Presiden Hugo Chavez dari Venezuela. Sementara Keiko Fujimori dari aliran ideologi kanan tradisional, adalaha anak mantan Presiden Peru dan seorang diktator Alberto Fujimori, yang ingin kembali berkuasa. Penerima hadiah nobel literatur dari Peru, Mario Vargas Llosa, menggambarkan bahwa memilih keduanya sama dengan “memilih antara AIDS dan HIV”. Pernyataan ini mau menggambarkan susahnya memilih yang terbaik dari kedua calon ini.
Melihat ketakutan masyarakat Peru atas kedua calon, maka kedua calon presiden ini berusaha untuk mengambil strategi lain untuk menenangkan masyarakat dan menjalankan strategi politik lain untuk memenangkan pemilihan umum tanggal 5 Juni 2011. Ollanta Humala akhirnya beropsi untuk menjauhi bayangan Hugo Chavez yang sudah menjadi model baginya dalam kampanye calon presiden tahun 2006 yang akhirnya saat itu kalah dari Alan Garcia yang sekarang ini adalah presiden Peru. Dia berusaha untuk menjauhi Venezuela dan mendekati Lulo Da Silva dari Brazil, menjauh dari aliran kiri tradisional menuju aliran kiri tengah. Dia juga mengubah kembali perencanaan pemerintahannya dalam bidang ekonomi, yang menyatakan bahwa pemerintahannya tidak akan menghancurkan perkembangan ekonomi Peru yang sedang berkembang, melainkan mendukung perkembangan ekonomi yang ada, tapi dengan lebih mementingkan kaum miskin. Selain itu Ollanta Humala tidak hanya berbicara tetapi melakukan aksi langsung untuk menunjukkan perubahan yang diambilnya, yakni mencari dukungan dari Alejandro Toledo, yang adalah rivalnya dalam pemilihan tahap pertama, dan dari beberapa partai politik lainnya. Barisan intelektual juga diundang oleh Ollanta Humala untuk bersamanya merencanakan pembaharuan dalam pemerintahannya. Sehingga Mario Vargas Llosa yang sebelumnya menolak untuk mendukung Ollanta Humala akhirnya mendukung Ollanta Humala. Hal ini terutama karena kemarahan Mario Vargas Llosa atas kekalahan yang dialaminya dari Alberto Fujimori dalam pemilihan presiden beberapa tahun silam.
Sementara dari kalangan Keiko Fujimori, dia berusaha menunjukkan image yang lebih moderat dibandingkan dalam pemilihan tahap pertama. Selain mengenal kesalahan besar dari ayahnya dia juga berusaha untuk menghormati demokrasi dan penegakan hak-hak asasi manusia. Namun kemauannya itu tidak diikuti oleh praksis politik, malahan dia mendekati Rudolph Giulani, mantan Gubernur New York yang terkenal dengan politiknya yang terkenal dengan “zero toleransi” dan juga menggunakan kekerasan dalam menjaga keamanan. Selain itu dalam partai Fuerza 2011 masyarakat masih melihat bahwa orang-orang penting dalam partai Keiko adalah orang-orang suruhan atau bawahan Alberto Fujimori. Inilah faktor-faktor yang membuat Keiko kalah, walaupun mendapat dukungan dari Pedro Kuczynski dan Luis Castañeda. Masyarakat lebih memilih Ollanta Humala.
Pada tanggal 5 Juni 2011 dalam pemilihan umum yang berlangsung aman, terpilihlah Ollanta Humala sebagai Presiden Peru dengan kemenangan tipis 51% melawan 49%. Melihat hasil ini, nampak sekali bahwa masyarakat Peru umumnya memilih calon yang kurang berbahaya. Selain itu banyak juga yang melihat kemenangan Ollanta Humala sebagai kemenangan etis atas masyarakat-masyarakat di daerah pedalaman yang sudah lama merindukan pemimpin yang juga memperhatikan mereka. Ollanta Humala dalam rencana pemerintahannya menempatkan masyarakat indígenas dan kaum miskin sebagai pusat orientasi pembangunannya.
Kemenangan Ollanta Humala tanggal 5 Juni disambut dengan jatuhnya Nilai Bursa Efek Lima dalam posisi yang paling bawah, menurun sebesar -12%. Tetapi tanggal 6 Juni Nilai Bursa Efek kembali ke +6,97% karena pidato kemenangannya yang menjanjikan bagi para pengusaha dan menjamin perkembangan ekonomi Peru. Setelah itu dengan cepat Ollanta Humala mengadakan pertemuan dengan para pelaku ekonomi di Peru, dan dia menyatakan bahwa dia akan menjamin dan menghormati perekonomian yang terbuka bagi pasar, dan pemerintahannya tidak akan membuat perekonomian Peru menurun.

Ollanta Humala dan Presiden Brazil, Dilma Rousseff


Setelah menenangkan para pengusaha dan pelaku bisnis dalam negeri Ollanta Humala melakukan perjalanan ke luar negeri mengunjungi semua negara MERCOSUR dan Chile, yang berusaha untuk mencari relasi yang baik dengan Peru dan juga membawa investor dari negara-negara tersebut untuk berinvestasi di Peru. Karena itu pada tanggal 9 Juni Ollanta Humala mengunjungi Brazil. Kunjungannya yang pertama ke Brazil mau menunjukkan kepada masyarakat dan para pelaku bisnis di Peru bahwa dirinya telah menjauh dari Chavez dan akan mengambil model Brazil bagi model pemerintahannya. Begitu tiba di Brazil, Ollanta langsung bertemu dengan Presiden Brazil Dilma Rousseff di Brasilia. Hari berikutnya bertemu dengan Lula Da Silva. Dalam pertemuan itu Humala menekankan pentingnya Brazil bagi Peru dalam berbagai relasi bilateral dan internasional. Selain itu dia juga tertarik akan keberhasilan Brazil mengembangkan model ekonomi yang baik, namun dia menekankan juga bahwa masyarakat Peru berbeda dengan masyarakat Brazil. Sementara Dilma Rousseff memperkenalkan Rencana Strategis Perbatasan. Karena Peru berbatasan dengan Brazil, Dilma menekankan pentingnya kerjasama di perbatasan terutama dalam hal memerangi peredaran narkotika. Sementara dalam pertemuannya dengan Lula Da Silva, Ollanta Humala menekankan pentingnya untuk mengaktifkan MERCOSUR. Sementara Lula Da Silva memuji Ollanta Humala sebagai seorang presiden yang beraliran progresistas. Dan menyatakan bahwa UNASUR membutuhkan pemimpin seperti Humala. Dia juga mengatakan bahwa jangan terlalu cemas dengan reaksi pasar yang tidak bersahabat, karena dia juga dulu mengalami masalah yang sama saat dia terpilih menjadi Presiden Brazil.

Ollanta Humala dengan Lula da Silva (Mantan Presiden Brazil)


Selama di Brazil, Humala juga menyatakan keinginannya untuk mempererat hubunganya dengan Amerika Serikat, di mana Peru memiliki Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Peru. Karena itu dia berrencana untuk mengunjungi Amerika. Dari Brazil dia mengunjungi Paraguay, Uruguay dan Argentina. Dalam kunjungan-kunjungan tersebut terkesan kuat keinginan Ollanta Humala untuk bergabung dalam MERCOSUR. Ketika berada di Paraguay kemauannya itu terucapkan .

Ollanta Humala dan Presiden Uruguay, José Mujica


Tanggal 14 Juni, Ollanta Humala mengunjungi Argentina, tepat pada peringatan hari berakhirnya Perang Malvinas. Pada saat itu Cristina Fernandez mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Peru yang mendukung Argentina selama masa konflik dengan Inggris. Juga pada saat yang sama Presiden Argentina ini meminta maaf kepada Peru atas tindakan yang dilakukan pemerintahan sebelumnya yang menjual senjata ke Ecuador saat Peru dan Ecuador sedang berada dalam situasi perang merebut perbatasan tahun 1990-an. Sementara Humala meminta perlindungan dan penghormatan terhadap orang-orang Peru di Argentina karena devisa yang mereka kirimkan ke Peru.

Ollanta Humala dan Presiden Paraguay, Fernando Lugo


Kemudian dalam kunjungannya ke Chile, Humala bertemu dengan Presiden Chile, Sebastian Piñera. Chile dan Peru sedang bersengketa dalam masalah perbatasan. Dan sengketa ini sedang dalam pengadilan internasional di La Haya. Humala dan Piñera sepakat untuk membangun relasi yang terbuka sebagai negara tetangga dan berusaha untuk melakukan sebanyak mungkin kunjungan antara keduanya, demi meningkatkan persahabatan kedua negara. Mengenai masalah perbatasan, itu akan tetap diteruskan sesuai dengan peraturan internasional dan akan diselesaikan di pengadilan internasional. Selain itu juga mereka menyinggung masalah energi dimana Humala akan memfasilitasi penjualan gas ke Chile, tetapi dia juga menekankan bahwa pasar dalam negeri masih merupakan prioritasnya.

Ollanta Humala dan istri bersama Presiden Argentina, Cristina Fernandez

Dalam bidang pertambangan keduanya juga berbicara tentang bagaimana supaya kedua negara yang kaya dengan bahan mineral tidak hanya mengekspor hasil pertambangan tetapi juga membuat industri dari hasil pertambangan sehingga barang-barang yang diekspor memiliki harga yang tinggi.

Ollanta Humala dan Presiden Bolivia, Evo Morales


Di Bolivia, Ollanta Humala disambut dengan sangat ramah oleh Evo Morales. Keduanya bermimpi untuk mempersatukan kedua negara. Selain itu mereka juga berbicara tentang masalah energi, masalah perbatasan dan masalah narkoba di perbatasan.

Ollanta Humala dan Presiden Chile, Sebastian Piñera


Umumnya, Presiden terpilih Ollanta Humala, yang akan dilantik pada tanggal 28 Juli nanti, akan meningkatkan perannya dalam UNASUR dan berusaha untuk bergabung dengan MERCOSUR. Dia mencari cara untuk memiliki peran di wilayah Amerika Selatan terutama ketika berhadapan dengan berbagai keputusan ekonomi dan politik tentang beberapa masalah di wilayah Amerika Latin. Hubungan yang baik dalam UNASUR dan MERCOSUR akan menjadi jalan yang baik untuk memecahkan masalah-masalah tersebut. (Bersambung dalam tulisan berikutnya)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: