Skip to content

POLITIK LUAR NEGERI VENEZUELA (2)

Juli 7, 2011

Berhadapan dengan negara-negara lain di luar Amerika Selatan, Hugo Chavez membangun sebuah politik luar negeri dengan merestrukturisasi relasi yang ada dan membangun relasi yang baru.

Hubungan Bilateral Venezuela dan Amerika Serikat:

Chavez dan Obama


Relasi bilateral Venezuela dan Amerika Serikat sangat erat kaitannya dengan politik perminyakan di pihak Venezuela dan keamanan persediaan energi bagi Amerika Serikat. Walaupun kedua negara ini nampaknya memiliki hubungan bilateral yang berseberangan sekarang ini, namun sebelumnya keduanya saling membutuhkan dalam bidang keamanan energi dan ekonomi.
Di satu pihak Venezuela mengembangkan suatu strategi politik internasional dengan tekanan kuat antiimperialisme dan anti-Amerika Serikat. Namun di lain pihak bila kita melihat neraca perdagangan Venezuela dengan Amerika Serikat sebelumnya, kedua negara ini saling membutuhkan. Amerika Serikat misalnya mengimpor 50% minyak mentah dari Venezuela demi jaminan keamanan energi di negara itu. Jarak yang jauh dari Timur Tengah dan ketidaknyamanan situasi perminyakan di Timur Tengah membuat Amerika Serikat mengharapkan Venezuela sebagai satu-satunya sumber minyak mentah yang nyaman. Selain itu Amerika juga mendapat supply kebutuhan dasar makanan dari Venezuela seperti jagung, minyak goreng, susu, trigu dan daging. Di lain pihak Venezuela karena letaknya yang strategis (tidak jauh dari Amerika Serikat bila dibandingkan dengan negara-negara pengekspor minyak lainnya dari Timur Tengah) menjadi pemasok utama minyak mentah bagi Amerika Serikat, yang menjadi komponen utama dalam persediaan energi Amerika Serikat.
Kenyataan ini bukan merupakan hal yang baru bagi Amerika Serikat dan Venezuela. Tahun 2001 Chavez menghadapi konflik kepentingan persediaan energi dalam negeri. Terhadap masalah ini maka ada percobaan kudeta terhadap kekuasaannya. Untuk mengatasi masalah ini Chavez melancarkan sebuah program baru yang dikenal dengan nama “Politica de Energia Nacional” (Politik Energi Nasional). Tujuan utama program ini adalah memperluas sumber minyak yang ada dan mencari jalan keluar untuk mengurangi ketergantungan struktural pada minyak mentah yang membuat Venezuela menderita. Sementara Presiden Obama, ingin menjauh dari masalah ini dan menerapkan politik yang baru yakni memperluas sumber-sumber energi yang ada dengan meneruskan investasi dan pengembangan energi alternatif dan menjaga lingkungan hidup. Dalam Perencanaan Energi yang dimilikinya Obama merencanakan supaya dalam sepuluh tahun mendatang mengurangi ketergantungan Amerika Serikat pada impor yang mereka terima dari Timur Tengah dan Venezuela.
Situasi ini membuat kedua negara mencari cara mereka sendiri. Amerika Serikat mencari cara untuk menjaga kenyamanan persediaan energi dalam negeri dengan mendiversifikasi sumber energi, investasi dan pengembangan energi alternatif. Sementara Venezuela, juga mendiversifikasi sumber-sumber energi yang dimilikinya, dan mencari negara-negara lain yang bisa menjadi pembeli minyaknya dan mengembangkan teknologi penyulingan minyak sehingga mereka tidak hanya menjual minyak mentah. Politik inilah yang membawa Venezuela sangat aktif dalam politik luar negeri dengan negara-negara lain seperti dengan India, China, Rusia dan Iran.

Hubungan bilateral Venezuela dengan China dan India

Chavez dan Hu Jintao


China dan India dilihat oleh Venezuela sebagai dua negara baru yang memiliki potensi ekonomi yang besar dan membutuhkan energi untuk menjamin kemajuan negaranya. Apalagi kedua negara tersebut adalah importir minyak yang besar demi menjaga kenyamanan persediaan energi dalam negeri. Karena itu tidak mengherankan bila keduanya dijadikan oleh Venezuela sebagai negara tujuan ekspor minyak hasil diversifikasi yang dikembangkannya. Dan ini mengakibatkan berkurangnya kebergantungan Venezuela pada Amerika Serikat yang masih menjadi konsumen utama bagi Venezuela.
Lewat Revolusi Bolivariana Chavez membangun sebuah strategi internasional baru dengan menempatkan India sebagai salah satu sumber utama investasi dan pasar yang menarik bagi Venezuela. Begitu pula dengan China. China yang sedang membangun sebuah strategi internasional untuk menjaga kebutuhan energi dalam negeri serasa mendapat sambutan dari Venezuela. Venezuela sangat membutuhkan China untuk impor minyak dan China membutuhkan Venezuela dalam bidang politik luar negeri supaya hanya menerima satu China dan menolak eksistensi Negara Taiwan.
Dalam bidang ekonomi sejak tahun 1999, China dan Venezuela telah melakukan 313 perjanjian kerjasama perdagangan, kerjasama dalam bidang kebudayaan, pendidikan dan informasi-teknologi. Perjanjian-perjanjian itu antara lain menyatakan peningkatan ekspor minyak Venezuela ke China dan menciptakan sebuah perusahan gabungan kedua negara untuk melakukan eksplorasi energi di Faja del Orinoco. Bagi China, China tidak hanya menjadi negara peralihan ekspor minyak Venezuela dari Amerika Serikat tetapi juga menjadikan Venezuela sebagai salah satu negara utama untuk investasi China di Amerika Latin dalam bidang infrastruktur dan perminyakan.
Ketika politik luar negeri ini dikembangkan oleh Chavez, banyak negara pesimis dengan perencanaan itu. Karena jarak transportasi minyak antara China dan Venezuela yang jauh bila dibandingkan dengan Amerika Serikat, serta kebutuhan investasi yang lebih besar untuk melakukan diversifikasi energi baru. Hal ini dilihat banyak orang sebagai sesuatu yang tidak mungkin bagi Venezuela. Namun dalam kenyataannya hal ini sudah mulai berkembang dan berjalan dengan baik bagi Venezuela.

Hubungan bilateral Venezuela dan Rusia:

Sejak menjadi Presiden Venezuela, Hugo Chavez menjadikan Rusia sebagai negara penting dalam strategi politik internasional. Venezuela mengembangkan diplomasi energi, infrastruktur, kebudayaan dan pendidikan, pengetahuan dan teknologi, persenjataan (membeli senjata Rusia) dengan Rusia. Dalam bidang persenjataan, Venezuela membeli kapal selam, helikopter, tank tempur, mobil perang, senjata dan peluru, yang ditaksir dengan total pembelian sebesar US$ 4.500 juta. Juga Venezuela berrencana untuk mengembangkan energi nuklir dengan Rusia. Selain itu Venezuela juga bersama Rusia membangun sebuah perusahaan bersama dengan Rusia yang bernama “Petro Miranda” dalam mengeksploitasi salah satu bidang di Faja del Orinoco. Bersama dengan Vladimir Putin, Chavez telah menandatangani 31 persetujuan kerjasama. Dan keduanya berjanji untuk mengembangkan sebuah dunia yang multipolar.

Hubungan bilateral Venezuela dengan Iran:

Politik luar negeri Venezuela yang anti-Amerika Serikat mengundang Iran untuk memperkuat eksistensi politik luar negerinya di Amerika Latin baik dalam hal diplomatik politik maupun dalam bidang ekonomi. Politik Venezuela dan Iran berkembang sejak ditandatanganinya MOU antara kedua negara tahun 2001 saat kunjungan pertama Chavez ke Teheran Iran. Setelah itu berkembang dengan dibentuknya Komisi Tingkat Tinggi untuk kerjasama bilateral dalam berbagai bidang misalnya politik, ekonomi, kesehatan, ilmu pengetahuan, pendidikan, teknologi, farmasi dan pertanian. Sejak tahun 2005 saat Mahmud Ahmadinejab menjadi Presiden Iran, hubungan antara kedua negara semakin meningkat.
Hubungan Venezuela dengan Iran, dilihat oleh Iran sebagai suatu hal yang positif dalam mengangkat citra Iran di dunia internasional yang telah disudutkan akibat program pengayaan uranium dan ketakutan akan pembangunan reaktor nuklir oleh Iran. Karena itu Iran memanfaatkan hubungan ini dengan menjadikan Venezuela sebagai salah satu dutanya dengan menyatakan bahwa apa yang dibangunnya bukan untuk perang melainkan untuk tujuan damai.
Di lain pihak Venezuela melihat Iran sebagai salah satu negara pengimpor minyak, yang mengimpor kurang lebih 40% minyak, bagi kebutuhan energi dalam negeri. Karena itu dia juga mengundang Iran untuk membentuk perusahaan bersama dalam mengeksploitasi energi di Faja del Orinoco. Selain itu Venezuela juga menggandeng Iran untuk memerangi harga minyak yang sering dipermainkan oleh negara-negara kaya minyak Timur Tengah lainnya, sehingga harga minyak dunia tetap tinggi.
Sumber bacaan:
1. MALAMUD Carlos y GARCIA ENCINA Carlota, “Los actores extrarregionales en América Latina (II): Irán”, Real Instituto Elcano, Área: América Latina, Documento de Trabajo N°124/2007, Noviembre de 2007, hlm. 1-7. Bisa dilihat di web: http://www.cibera.de/fulltext/18/18964/analisis/ARI2007/ARI124-2007_Malamud_Garcia_America_Latina_Iran.pdf
2. KOENECKE Herbert y TORO Francisco, “La coherencia en la política exterior de Chávez”, Ven Economía, Hemeroteca, hlm-1-3. Bisa dilihat di web: http://www.veneconomia.com/site/files/articulos/artEsp571_331.pdf
3. ARRIAGADA HERRERA Genaro, “Petróleo y gas en América Latina. Un análisis político y de relaciones internacionales a partir de la política venezolana”, Real Instituto Elcano. Área: Economía y Comercio Internacional. Documento de Trabajo 20/2006, 19/9/2006, hlm.1-31. Bisa ditemukan di web: http://www.cibera.de/fulltext/15/15059/documentos/256/256_Arriagada_gas_petroleo_America_Latina.pdf
4. ARADAS Anahí, “Rusia y Venezuela firman millonario acuerdo energético”, BBC Mundo, 3 de abril de 2010. Bisa dilihat di web: http://www.bbc.co.uk/mundo/america_latina/2010/04/100402_0022_venezuela_rusia_acuerdos_putin_chavez_irm.shtml
5. ROMERO Lemaire, “Hacia un paradigma bolivariano de la política exterior de Venezuela”, Instituto Superior de Relaciones Internacionales Raúl Roa García, Boletín Electrónico ISRI, n°17, Febrero-marzo de 2007, Cuba, hlm.1-10. Bisa dilihat di web: http://www.isri.cu/publicaciones/articulos/2007/0907.pdf

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: