Skip to content

KUNJUNGAN SEKJEN PBB BAN KI-MOON KE AMERIKA LATIN

Juni 21, 2011

Ban Ki-moon dan Presiden Argentina Cristina

Sekjen PBB Ban Ki-moon, melakukan perjalanan ke beberapa negara di Amerika Selatan yang dimulai di Colombia tanggal 10 Juni lalu. Dalam perjalanan ini dia akan mengunjungi Argentina, Uruguay dan Brasil. Agenda yang ingin dibicarakan antara lain tentang perkembangan HAM di wilayah ini dan perlindungan lingkungan hidup, serta partisipasi beberapa negara dalam Misi Perdamaian PBB.
Selain itu perjalanan ini juga bertujuan untuk menggalang dukungan bagi dirinya, untuk pemilihan kembali dirinya sebagai Sekretaris Jenderal PBB pada periode 2012-2016. Pencalonan dirinya sudah diumumkan kepada media pada awal Bulan Juni ketika dia mengirimkan surat kepada Dewan Jenderal dan Dewan Keamanan supaya menerima dirinya sebagai salah satu Calon Sekjen PBB di periode yang baru nanti.
Negara pertama yang dikunjunginya adalah Colombia, di mana Ban Ki-moon mengadakan sebuah pertemuan dengan Presiden Colombia Juan Manuel Santos. Dalam pertemuan ini mereka membicarakan masalah penandatanganan Hukum bagi Para Korban dan Restitusi Tanah (Ley de Victimas y Restitución de Tierras), sebuah inisiatif untuk mengenal kembali empat juta korban konflik senjata yang menghancurkan negara ini sejak 50 tahun lalu. Lebih lagi, hukum ini akan mengembalikan lebih dari dua juta hektar tanah pertanian kepada para petani Kolombia yang telah kehilangan tanahnya karena dipaksa untuk meninggalkan tanah pertaniannya selama perang terjadi.
Dan ketika berada di Argentina, Sekjen PBB bertemu dengan Presiden Argentina, Cristina Fernández de Kirchner, dan langsung mendapat dukungan penuh darinya untuk maju sebagai Calon Sekjen PBB tahun 2012. Presiden Cristina menyatakan bahwa sebuah keberuntungan bagi Argentina untuk memilih Ban Ki-Moon kembali sebagai Sekjen PBB yang akan datang. Sementara Ban Ki-moon menyatakan pentingnya peran Argentina dalam berbagai perkumpulan internasional seperti G-20 dan G-77 di mana Argentina menekankan pentingnya sebuah perkembangan ekonomi yang berkelanjutan. Dia juga menekankan pentingnya komitmen Argentina dengan HAM dan kemajuan yang diterapkan oleh pemerintah Argentina dalam politik di bidang kesehatan ibu dan anak, serta pendidikan umum bagi semua orang di bidang pendidikan dasar.
Namun demikian, audiensi ini juga diwarnai dengan tuntutan sejarah Argentina atas Kepulauan Malvinas, Georgias del Sur dan Sandwich del Sur serta lingkungan maritim di sekitarnya. Presiden Cristina mengambil kesempatan ini untuk menunjukkan aspirasi Argentina kepada PBB supaya Inggris menepati Resolusi 2065 dari PBB. Dia menyatakan bahwa semua resolusi PBB harus diterima oleh semua negara, baik negara maju maupun negara kecil, karena semakin besar sebuah negara maka semakin besar juga tanggungjawabnya. Dia juga menambahkan bahwa ini adalah saatnya supaya negara-negara yang memiliki peran penting sebagai bagian dari Dewan Keamanan atau G-8 harus menyakinkan negara-negara lain bahwa mereka juga adalah subyek yang harus menaati norma-norma PBB, sebab jika tidak multilateralisme yang kita anut ternyata memiliki standar ganda.
Perjalanan Ban Ki-moon ke Amerika Latin sangat mendapat perhatian negara-negara Amerika Latin terutama dalam bidang mempertahankan multilateralisme dan solusi konflik dengan cara damai dan perjanjian. Juga mereka menekankan pentingnya reformasi dalam bidang Dewan Keamanan PBB agar sesuai dengan konteks internasional sekarang ini dan terus mempertahankan hak-hak internasional. Hal-hal ini adalah hal yang menjadi perhatian negara-negara kecil karena tidak memiliki kekuatan dalam bernegosiasi di PBB.
Secara mengagetkan, Organisasi Negara-Negara America (OEA) dalam hubungannya dengan masalah Malvinas meminta supaya Inggris harus duduk bersama Argentina untuk menyelesaikan konflik atas siapa yang paling berkuasa atas pulau-pulau tersebut. Kejadian ini ditanggapi oleh Perdana Menteri Inggris, David Cameron di depan Parlemen Inggris dengan menyatakan bahwa “Sementara Kepulauan Malvinas ingin menjadi bagian dari teritori Inggris maka mereka harus menjadi bagian dari Inggris. Titik. Habis cerita!”, katanya.
Menlu Argentina menjawab pernyataan Perdana Menteri Inggris itu dengan menyatakan bahwa sikap Inggris dengan jelas menunjukkan sikapnya yang kurang hormat atas hak-hak internasional yang Inggris sendiri tunjukkan terutama dalam hal penolakan penjajahan. Banyak perkumpulan internasional seperti OEA, Mercosur, Grupo Rio, Cumbre Latinoamericana y Caribe dan UNASUR yang meminta supaya Inggris harus melakukan perundingan dengan Argentina, tetapi Inggris tidak mau
Melihat jawaban Inggris seperti ini maka Argentina menarik kembali semua proses yang diminta dunia internasional untuk melakukan negosiasi atas siapa yang berhak atas pulau-pulau tersebut seperti yang diminta oleh PBB dan berbagai komunitas internasional lainnya.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: