Skip to content

ENERGI DAN POLITIK VENEZUELA

Juni 19, 2011

La Faja Orinoco, Venezuela

Dunia sekarang sedang mengalami krisis energi. Krisis ini terjadi karena permintaan dunia akan minyak bumi dan gas meningkat secara drastis. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Uni Eropa merupakan negara-negara utama konsumen minyak dunia. Tetapi perkembangan China dan India yang semakin meningkat membuat pasokan energi ke negara-negara ini juga semakin meningkat. Persaingan mendapatkan pasokan energi membuat harga minyak dan gas dunia meningkat tajam. Apalagi sejak tahun 2003 ketika Amerika Serikat menginvasi Irak, persediaan minyak dunia menjadi semakin tidak jelas dan berkurang. Hal inilah yang membuat harga minyak dunia sekarang meningkat bahkan bisa menjadi lebih dari US$ 100 per barel.
Harga yang tinggi dan pentingnya peran minyak dalam dunia perekonomian dunia membuat negara-negara penghasil minyak memiliki peran yang penting. Perekonomian dunia yang bertumpuh pada minyak dan gas, membuat minyak bumi dan gas memiliki peran yang penting dalam geopolitik dan geostrategi dunia. Venezuela yang merupakan salah satu negara penghasil energi besar dunia akhirnya memegang peranan penting dalam percaturan politik dan ekonomi dunia.
Kekayaan energi Venezuela terlihat jelas dalam reservasi gas dan minyak bumi yang dimiliki negara ini. Reservasi energi gas alam yang dimiliki Venezuela merupakan yang terbesar di Amerika Latin yakni 66% kemudian diikuti oleh Bolivia sebanyak 13%. Dalam bidang minyak bumi harus dibedakan antara minyak mentah konvensional (ringan) dan minyak mentah berat (ultrapesados). Minyak mentah konvensional (ringan) Venezuela memiliki 80.000 juta barel yang berarti kurang lebih 7% dari persedian jenis minyak yang sama di dunia. Venezuela dalam hal ini hanya dilewati oleh Arab Saudi, Iran, Irak, Kuwait dan Abu Dhabi. Jika minyak mentah konvensional (ringan) digabung dengan minyak mentah berat (ultrapesados) maka Venezuela menjadi negara yang paling besar dalam reservasi minyak dunia. La Faja de Orinoco yang terletak di bagian timur Venezuela merupakan daerah yang dipenuhi dengan jenis minyak mentah jenis berat (ultrapesado). Berdasarkan perhitungan Perusahaan Minyak Venezuela (Petroleos de Venezuela S.A) di daerah terdapat kurang lebih 1.3 milyar barel minyak jenis itu, di mana hanya 280.000 juta barel yang bisa dieksploitasi. Dengan sumber minyak yang besar ini Venezuela dengan mudah mempermainkan harga minyak dunia. Misalnya harga minyak dunia Bulan Juni dan Juli 2010 yang ditetapkan oleh OPEC sebesar 72.86 dólar, sementara Venezuela bisa menjualnya dengan harga sebesar 64.41 dólar per barel.
Memiliki persediaan minyak yang besar membuat perkembangan ekonomi Venezuela sangat bergantung pada kegiatan perminyakan, perekonomian yang bergantung pada naik turunnya harga minyak mentah dunia per barel. Selain itu Hugo Chavez memanfaatkan “petrodólar” uang hasil penjualan minyak ini untuk memperkuat strategi politiknya dalam dunia internasional.
Peta politik Venezuela dipusatkan pada minyak dan gas. Ketika Hugo Chavez menjadi Presiden Venezuela, dia memperbesar persediaan minyak Venezuela dan meningkatkan harga minyak mentah dunia. Dengan kekayaan minyaknya dia menerapkan sebuah politik dunia multipolar, perjuangan untuk melawan imperialisme Amerika Serikat dan memperkuat ide Persatuan Amerika dan Karibe. Dengan kekuatan minyaknya dia ingin menjadi salah satu aktor atau pemimpin besar dalam sistem politik dan ekonomi dunia. Model-model politik ini nampak sekali dalam bentuk-bentuk politik yang dibangu Hugo Chavez dengan mengubah Konstitusi Venezuela tahun 1999, Hukum Minyak dan Gas juga dalam Rencana Pembangunan Ekonomi dan Sosial Venezuela baik dari tahun 2003-2007 maupun dari tahun 2007-2011.
Dalam Konstitusi Venezuela yang dibuat tahun 1999, kekuasaan presiden sangat besar dalam model politik Venezuela. Dalam konstitusi itu dinyatakan bahwa presiden memiliki kontrol penuh atas semua kegiatan yang berhubungan dengan energi terutama dalam bidang minyak dan gas. Kesan antineoliberal sangat tajam dalam misalnya dalam artikel nomor 303 dinyatakan “karena alasan keberlangsungan ekonomi, politik dan strategi nasional, Negara memiliki semua kegiatan perminyakan Venezuela atau segala sesuatu yang berhubungan dengan industri perminyakan…”.
Politik perminyakan Hugo Chavez tidak hanya berasal dari Konstitusi tetapi juga dari Hukum Perminyakan tahun 2001 yang kemudian dimodifikasi pada tahun 2006, yang menyatakan bahwa “semua pengilangan minyak dan kegiatan yang berhubungan dengan perminyakan, yang berada di dalam teritori Venezuela merupakan milik negara dan berada di bawah kontrol Menteri Energi dan Pertambangan”. Demikian juga dalam Hukum Energi Gas.
Dalam Perencanaan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Negara baik tahun 2003-2007 maupun dari 2007-2011, juga diterapkan politik ekonomi yang dipusatkan pada Negara dengan penekanan pada kesetaraan sosial, yakni dengan membagi keuntungan eksplorasi dan ekspor minyak bagi semua sendi kehidupan sosial Venezuela. Aplikasi ekonomi dalam berbagai bidang sosial ini dibantu oleh kekuatan militer yang membuat militer memiliki posisi yang kuat dalam kehidupan bernegara di Venezuela.
Melihat pergerakan ekonomi dan politik seperti itu tidak mengherankan kalau Chavez digolongkan dalam Gerakan Sosialisme Abad XXI yang khas Amerika Latin yang bercirikan antineoliberal dan demokrasi popular. (Bersambung ke politik luar negeri Venezuela)
Sumber-Sumber:
1. CISNEROS Guillermo, “Prototipo del Populismo Contemporáneo: “El Chavismo y su llegada al poder”, Revista de Ciencia Política, Universidad de Buenos Aires, N°6 Instituciones y Procesos Gubernamentales, marzo de 2009. Bisa dilihat di: http://www.revcienciapolitica.com.ar/num6art5.php
2. Constitución de la República Bolivariana de Venezuela, en Gaceta Oficial N° 36.860 de fecha 30/12/1999 http://www.gobiernoenlinea.ve/legislacionview/sharedfiles/ConstitucionRBV1999.pdf
3. Ley Orgánica de Hidrocarburos, en Gaceta Oficial N°37.323 con fecha 13/11/2001: http://www.pdvsa.com/index.php?tpl=interface.sp/design/readmenu.tpl.html&newsid_obj_id=164&newsid_temas=6
4. Ley Orgánica de Hidrocarburos Gaseosos, en Gaceta Oficial N° 36.793 de fecha 23/12/1999 http://www.pdvsa.com/index.php?tpl=interface.sp/design/readmenu.tpl.html&newsid_obj_id=165&newsid_temas=6
5. La Apertura Petrolera, reprivatización del negocio, en sitio Web de Petróleos de Venezuela S.A: http://www.pdvsa.com/index.php?tpl=interface.sp/design/readmenuhist.tpl.html&newsid_obj_id=111&newsid_temas=13
6. ARRIAGADA HERRERA Genaro, “Petróleo y gas en América Latina. Un análisis político y de relaciones internacionales a partir de la política venezolana”, Real Instituto Elcano. Área: Economía y Comercio Internacional. Documento de Trabajo 20/2006, 19/9/2006, p.1-31. Bisa dilihat di: http://www.cibera.de/fulltext/15/15059/documentos/256/256_Arriagada_gas_petroleo_America_Latina.pdf
7. Reservas de petróleo en Venezuela son el doble de los estimado, 22/01/2010. Bisa diakses di TeleSur:http://www.telesurtv.net/noticias/secciones/nota/65699-NN/reservas-de-petroleo-en-venezuela-son-el-doble-de-los-estimado

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: