Skip to content

MENELUSURI PARACAS:PERU

Juni 3, 2011

Tulisan di atas batu seperti tulisan Nazca Lines


Pukul 5 pagi kami sudah bangun. Bersiap-siap untuk melakukan perjalanan menuju Paracas. Tepat pukul 5.30 pagi kami keluar dari Lima dan menelusuri Trans-Panamericana, yang terletak di sepanjang pantai Lautan Pasifik. Sebelah kanan jalan nampak jelas Lautan Pasifik yang tenang dengan pantai-pantainya yang curam. Sebelah kiri jalan terlihat padang pasir dan jejeran gunung gundul yang dipenuhi bebatuan cadas dan pasir. Tepat pukul 9 pagi kami tiba di Paracas

Kota Paracas dilihat dari tengah laut.


Paracas adalah sebuah kota kecil di pantai Lautan Pasifik yang berjarak kurang lebih 260 km dari Lima. Paracas terletak di Provinsi Pisco dan Departamento Ica. Selain pantainya yang menarik, Paracas juga dikenal sebagai tempat untuk melakukan konferensi atau pertemuan dari tingkat daerah sampai tingkat internasional. Beberapa hotel memiliki fasilitas untuk pertemuan internasional.

Singa laut di sarangnya di Kepulauan Ballestas


Namun demikian, hal yang paling penting dari Paracas adalah Paracas National Park dan Wildlife Reserve. Paracas National Park dibentuk tahun 1975. Dan ini merupakan satu-sastunya daerah lautan yang dilindungi di Peru karena di tempat ini terdapat berbagai jenis binatang laut yang unik serta burung-burung. Di bagian luar taman ini terdapat Islas Ballestas (Kepulauan Ballestas) di mana terdapat ribuan burung, singa laut, penguin jenis Humboldt dan ikan lumba-lumba.

Segerombolan pinguin humbolt

Saat kami tiba di Paracas, kapal-kapal motor yang mengangkut para turis untuk mengunjungi Islas Ballestas sudah penuh. Akhirnya kami harus menunggu sejam lagi untuk berangkat menikmati indahnya tempat ini. Sambil menunggu, kami menikmati sarapan pagi di tepi pantai Paracas. Untuk ke Islas Ballestas setiap penumpang harus membayar 40 soles (kurang lebih US$ 15).

Induk singa laut sedang menyusui anaknya

Setelah sejam menunggu, akhirnya kami berangkat ke Islas Ballestas. Kurang lebih 30 turis dari manca negara memenuhi speed boat yang sudah siap berangkat. Air laut dekat pantai berwarna kecoklat-coklatan. Bukan karena pantainya kotor melainkan karena sepanjang pantai ini terdapat plankton yang begitu banyak dan menjadi sumber makanan buat ikan-ikan. Tidak mengherankan bahwa tidak jauh dari pantai kami bisa menyaksikan ikan lumba-lumba yang jumlahnya begitu banyak sedang mencari makan di daerah ini.

Para turis menikmati indahnya Islas Ballestas

Setelah itu kami menyaksikan El Candelabro (Tempat Lilin), yakni sebuah gambar atau tulisan di atas batu cadas (geoglifo), dengan panjang kurang lebih 120 meter. El Candelabro ini terkenal dengan sebutan Tres Cruces atau Tridente karena bentuknya yang bercabang tiga. El Candelabro ini berada di atas batu yang berwarna coklat tanah dan biasanya ditutupi oleh pasir. Namun pasir tidak akan pernah bisa menutupi seluruhnya karena angin laut yang menerpa tempat ini sangat kuat. Banyak yang percaya bahwa El Candelabro Paracas ini memiliki hubungan yang Garis Nazca (Nazca Lines).

Gua-gua di Las Islas Ballestas


Dari El Candelabro kami menuju Islas Ballestas. Di sepanjang perjalanan kami bisa menyaksikan ribuan burung yang beterbangan dan beberapa singa laut yang berenang mencari makan. Setelah 45 menit perjalanan akhirnya kami tiba di Islas Ballestas. Udara pulau yang khas memenuhi kami. Untuk pertama kalinya kami menyaksikan ratusan singa laut di habitatnya. Ribuan burung menyambut kami. Pinguin Humbolt yang belum pernah kami saksikan, bisa dilihat di sini. (Lihat foto) Di sini kami mengelilingi kepulauan Ballestas sambil menyaksikan semua binatang yang ada selama satu jam.

Pulau Ballestas yang dipenuhi ribuan burung

Setelah itu kami kembali ke kota Paracas. Cuaca panas yang menyengat tidak terasa karena kenangan yang indah dari Islas Ballestas. Kami makan siang di pantai Paracas dengan ikan goreng kering khas Paracas. (Bersambung ke Tacama dan Huacachina)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: