Skip to content

AMERIKA LATIN DALAM GERAKAN POLITIK

Mei 20, 2011

Pergerakan politik di Amerika Latin belakangan ini tidak lagi berada dibawah naungan ideologi politik tertentu. Konsep tentang  “revolusi” dan “pembebasan” telah menjadi elemen penting dalam semua diskursus politik Amerika Latin entah dengan ideologi apapun. Baik yang beraliran politik kiri, tengah atau kanan, selalu saja ada yang harus dibebaskan dengan pergerakan revolusi bila perlu. Masalahnya tidak satupun pergerakan pembebasan atau revolusi menjadi sesuatu yang permanen ketika pergerakan itu terjadi. Gerakan peronisme di Argentin misalnya akhirnya diganti dengan gerakan lain. Satu-satunya gerakan revolusioner yang masih bertahan sampai sekarang ada di Cuba.

Gerakan revolusi di Amerika Latin sekarang ini lebih menjadi sebuah gerakan “populisme”  dan gerakan “nasionalisme”. Gerakan populis yang bisa saja menggunakan ideologi tertentu, untuk mengganti struktur sosial, ekonomi dan politik secara radikal, atau membangun ide atau nilai-nilai baru atas pemerintahan yang korup atau juga mungkin karena ingin membangun sebuah interes nasional dalam bidang ekonomi.  Situasi ini membuat pergerakan populis ini bisa terjadi setiap saat apalagi didukung oleh nilai kristianisme yang getol melawan ketidakadilan dalam masyarakat, masyarakat dengan mudah melakukan gerakan populis.

Gerakan nasionalisme yang dulunya adalah gerakan antiimperialisme, sekarang ini telah menjadi gerakan perubahan. Gerakan nasionalisme banyak terjadi di tahun 1960an sampai tahun 1970an yang diawali dengan Gerakan Revolusi Cuba. Dan umumnya mereka bergerak dengan kekuatan senjata, yang bergerak dengan cara bergerilya dibawah sebuah organisasi yang bernama pergerakan pembebasan nasional.

Di tingkat antar negara terjadi penyatuan Amerika Latin. “Integrasi Amerika Latin” telah menjadi bagian dari gerakan populis dan gerakan nasional di setiap negara. Jika dulu ada ketakutan pada ancaman komunisme, sekarang ini ancaman yang terbesar di Amerika Latin justru dari gerakan populis dan nasionalisme. Kalau gerakan populis biasanya ruang geraknya terbatas di wilayah tertentu, tetapi gerakan nasionalisme hampir terjadi di seluruh daratan Amerika Latin. Dan yang menarik gerakan-gerakan ini tidak memiliki musuh yang jelas seperti dulu misalnya komunisme atau liberalisme. Pergerakan nasionalisme sekarang berada dalam semua ideologi politik termasuk liberalisme, sosialisme dan komunisme juga.

Secara umum gerakan populis atau nasionalisme yang ada memiliki relasi yang erat dengan perkembangan politik di seluruh daratan Amerika Selatan. Gerakan populis progresif Lula yang sekarang terus dikembangkan oleh Dilma misalnya akan menjadi motor pergerakan bagi sahabat-sahabat politik Brasil misalnya Paraguay, Ecuador, Bolivia, Venezuela, Honduras, Guatemala, Republica Dominicana dan Cuba. Umumnya gerakan populis dan nasionalisme yang dibangun di sini adalah “pengambilalihan atau pengalihan” sistem ekonomi yang sebelumnya terkonsentrasi di tangan Trans National Companies untuk dikembalikan ke Negara. Jika dianalisis lebih jauh, umumnya yang terjadi adalah elit-elit politik kiri yang memanfaatkan konflik-konflik sosial dalam negaranya supaya mendapat kekuasaan. Misalnya di Venezuela ketidakadilan dalam pendistribusian hasil pembangunan yang mengakibatkan konflik sosial di mana-mana,  dimanfaatkan oleh Hugo Chavez untuk mengambilalih kekuasaan, walaupun kemudian dia jatuh dalam jurang yang sama, sistema perekonomian yang dibangunnya mengalami kesulitan. Umumnya negara-negara dalam gerakan nasionalisme seperti ini lebih berkonsentrasi dalam kekuatan politik daripada dalam kekuatan ekonomi. Ekuador dan Bolivia misalnya, lebih mementingkan bagaimana supaya sistem politik yang mereka bangun bisa langgeng daripada masalah ekonomi. Masalah ekonomi dilihat sebagai bagian dari masalah politik.

Selain kelompok itu ada kelompok yang berlawanan dengan gerakan populis progresif kiri, yakni gerakan politik tengah-kanan yang lebih mementingkan perkembangan ekonomi dalam sistema perpolitikan mereka. Negara ini umumnya berada di bagian pantai lautan Pasifik, mulai dari Uruguay, Argentina, Chile, Peru, Colombia, Panama, Costa Rica dan Mexico. Di negara-negara ini aliran moderat kanan masih memegang kendali pemerintahan, tetapi selalu berada dalam bayangan gerakan populis progresif kiri yang selalu menggunakan konflik sosial dalam negeri sebagai cara untuk merongrong kekuasaan atau mengambil alih kekuasaan. Peru misalnya konflik sosial yang terjadi di berbagai daerah dimanfaatkan oleh kelompok kiri progresif untuk mengambilalih pemerintahan. Dalam pemilu presiden tanggal 5 Juni nanti akan ditentukan siapa yang menang, aliran kiri progresif atau aliran tengah kanan moderat, antara Ollanta Humala dan Keiko Fujimori. Bahkan aliran populis kiri progresif ada kemungkinan untuk menang di Peru. Di Argentina kematian suami Cristina Kirchner, Nestor Kirschner, membuat calon kuat presiden dari aliran Kirchnerian ini menghilang. Cristina Kirchner harus mencari jalan diplomasi politik partai untuk mencari calon presiden bulan Oktober 2011 nanti.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: